Pengantar Blog


Semoga keberadaan Blog ini membawa manfaat, dan mendapat ridha Allah Ta'ala, amin.

Sunday, July 23, 2017

IBADAH HAJI DAN UMRAH (3)





IBADAH UMRAH


Rukun Umrah
1.    Ihram
2.    Thawaf
3.    Sa’i
4.    Tahallul
5.    Tertib

Wajib Umrah
1.    Niat ihram dari Miqat    
2.    Meninggalkan larangan ihram

Kaifiyah Umrah
1.  Mandi/ wudhu, menyisir rambut, memakai wangi-wangian ke badan,  dan berpakaian ihram.
2.  Dimulai dengan Ihram dari Miqat, dengan niat Umrah.
3.  Perbanyak bacaan talbiyah,  shalawat dan doa.
4.  Menghindari larangan-larangan Ihram.
5.  Melakukan Thawaf Umrah.
6.  Melakukan Sa’i.
7.  Tahallul Umrah,  ditandai dengan memotong atau mencukur rambut kepala.
  


ADAB IHRAM

 

1.     Bagi seseorang yang telah memulai ihram,  maka terlarang baginya hal-hal yang dilarang bagi orang ihram.
2.     Memulai ihram di Miqat.
3.     Sebelum melakukan ihram disunnahkan mandi, menyisir dan meminyaki rambut, serta memakai wangi-wangian yang didapat.
4.      Pakaian ihram bagi laki-laki : kain panjang dan kain selendang putih bersih, tanpa menutup kepala, serta terumpah.  Selendang dipakai pada kedua pundak dan kedua ujung selendang di dada.
5.      Pakaian ihram bagi wanita : pakaian yang disuka asal tidak terkena  za’faron dan waros (minyak wangi),  serta tidak menutup muka dan telapak tangan.
6.     Jika menjalankan Umrah niat Haji Umrah dengan mengucapkan :
  لَبَّيْكَ عُمْرَةً  - Labbaika Umratan  (Aku telah penuhi panggilan-Mu untuk Umrah).
7.     Jika menjalankan Haji Ifrad atau Tamattu’, ucapkan :
  لَبَّيْكَ حَجًّا- Labbaika Hajjan  (Aku telah penuhi panggilan-Mu untuk Haji).
8.     Jika menjalankan Haji Qiran, ucapkan :
عُمْرَةً وَحَجًّا لَبَّيْكَ  - Labbaika Umratan wa Hajjan (Aku telah penuhi panggilan-Mu untuk Umrah dan Haji).
9.      Perbanyaklah bertalbiyah dengan mengeraskan suara.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ, لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ,  لاَ شَرِيْكَ لَكَ.
Labbaikalloohumma labbaik,  labbaika laa syariika laka labbaik,  innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk,  laa syariika lak.
“Aku telah penuhi panggilan-Mu ya Allah,  aku tunaikan panggilan-Mu,  yang tidak ada sekutu bagi-Mu,  aku penuhi panggilan-Mu.  Sesungguhnya segala puji dan kenikmatan adalah milik-Mu, demikian juga kerajaan milik-Mu,  yang tidak ada sekutu bagi-Mu.”


LARANGAN SELAMA IHRAM

1.    Memotong/ mencabut rambut/ bulu.
2.    Mengenakan pakaian yang terkena za’faron dan waros (minyak wangi).
3.    Berbuat kotor, berkata cabul dan bertengkar.
4.    Meminang, menikah atau menikahkan. 
5.    Mengganggu/ membunuh binatang buruan  (kecuali burung gagak, burung elang, kalajengking, tikus dan anjing buas). 
6.    Memotong pohon/ tanaman Tanah Haram.
7.    Bagi pria :  memakai pakaian berjahit,  memakai khuf (sepatu) yang menutup mata kaki,  menutup kepala yang melekat.
8.    Bagi wanita :  menutup muka dan kedua telapak tangan.
9.    Berkumpul suami – istri.


KAIFIYAH THAWAF

1.    Harus suci dari hadats besar dan hadats kecil,  sehingga kalau batal wudhunya,  harus wudhu lagi serta meneruskan thawafnya di tempat dia batal  (tidak harus mengulang thawaf dari awal).
2.    Laki-laki, saat thawaf melakukan idhthiba’, yaitu meletakkan kain ihram di atas bahu kiri dan di bawah bahu kanan.
3.    Sesampai di Hajar Aswad,   menghadapkan seluruh tubuh ke arah Hajar Aswad lalu mengusapnya dan mengecupnya  bila mungkin,  atau menjamahnya dengan tangan lalu mengecup tangan,  atau  menunjuk (memberi isyarat)  kepada Hajar Aswad lalu mengecupnya,  dengan mengucapkan :
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ  
Bismillah walloohu Akbar
Dengan nama Allah,  dan Allah Maha Besar
4.    Memulai thawaf dengan melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu  (Ka’bah di sebelah kiri badan),  yaitu mengelilingi Ka’bah 7 kali putaran,  dimulai/ berakhir di Hajar Aswad.
5.    Setiap sampai di sudut/ Rukun Yamani,  mengusap Rukun Yamani atau memberi isyarat  tanpa mengecupnya, dengan membaca takbir :
  اَللهُ أَكْبَرُ - Alloohu Akbar  (Allah Maha Besar).
6.    Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, bacaan yang dibaca adalah :
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Robbanaa aatinaa fid-dun-yaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah,  wa qinaa adzaaban-naar
“Ya Tuhan kami,  berilah kepada kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat,  dan jauhkanlah kami dari adzab neraka.” 
7.    Setiap kali sampai di Hajar Aswad berbuat seperti saat pertama kali meninggalkan Hajar Aswad.
8.    Setelah selesai 7 putaran,  menuju Maqam Ibrahim sambil mengucapkan :
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيْمَ مُصَلَّى
Wat-takhidzuu mim-maqoomi ibroohiima mushollaa
“Dan jadikanlah maqam Ibrahim tempat shalat.” 
9.    Kemudian shalat  dua rakaat   di belakang Maqam Ibrahim (atau agak jauh di belakangnya),  dengan membaca surat Al-Kafirun setelah Al-Fatihah pada rakaat pertama,  dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
10. Kemudian menghampiri Hajar Aswad,  dan mengusapnya atau memberi isyarat.
11. Minum air zamzam (lebih baik sambil berdoa):
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا, وَرِزْقًا وَاسِعًا, وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ
Alloohumma innii as-aluka ’ilman naafi’aa,  wa rizqow-waasi’aa,  wa syifaa-am-min kulli daa’
“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat,  rizki yang luas,  dan kesembuhan dari segala penyakit.”  (HR Tirmidzi, Hakim)


KAIFIYAH SA’I

1.    Sa’i adalah berjalan cepat antara Shafa dan Marwah  tujuh kali  (bolak-balik),  di mana perjalanan dari Shafa ke Marwah  dihitung satu kali,   demikian juga sebaliknya dari Marwah ke Shafa dihitung satu kali.  Sehingga sa’i dimulai dari Shafa  dan berakhir di Marwah.
2.    Setelah menyelesaikan thawaf di Ka’bah, meninggalkan Ka’bah menuju Shafa untuk sa’i.  Ketika sudah mendekati Shafa,  membaca :
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ , أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ
Innashshafaa wal-marwata min-sya’aa-irillah,  abda-u bimaa bada-alloohu bih.
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syiar-syiar Allah,  aku memulai dengan apa yang dimulai oleh Allah.”
3.    Ketika sudah berada di atas bukit Shafa,  sambil menghadap ke arah Kiblat mengucap :
اَللهُ أَكْبَرُ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ,  لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ,  أَنْجَزَ وَعْدَهُ,  وَنَصَرَ عَبْدَهُ,  وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ.   3 x
Alloohu akbar,  laa ilaaha illallohu wahdahuu laa syariika lah,  lahul-mulku walahul-hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qodiir,  laa ilaaha illallohu wahdah,  anjaza wa’dah,  wa-nashoro ‘abdah,  wa-hazamal-ahzaaba wahdah.   3 x
“Allah Maha Besar,  tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Sendiri Yang Tidak Bersekutu,  Yang Mempunyai Kerajaan, dan segala puji bagi-Nya,  serta kekuasaan atas segala sesuatu.  Tiada tuhan melainkan Allah Yang Maha Sendiri,  Yang Menepati janji-Nya,  Yang Menolong hamba-Nya,  dan Yang Mengalahkan musuh-musuh-Nya”.

Selanjutnya berdoa apa saja yang diinginkan.
4.    Kemudian turun dari bukit Shafa menuju Marwah.
5.    Sesampai di Marwah,  mendaki ke bukit Marwah,  sambil menghadap ke arah Kiblat mengucapkan takbir dan tahlil sebagaimana diucapkan di bukit Shafa.
6.    Selanjutnya turun dari bukit Marwah kembali ke Shafa hingga tujuh kali,  dan berakhir di Marwah.
7.    Setelah selesai rangkaian Sa’i,  melakukan Tahallul,  yang berarti selesai sudah rangkaian Umrah. Dengan berdoa :
اَللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُحَلِّقِينَ وَالْمُقَصِّرِينَ
Alloohummarhamil-muhalliqiina wal-muqoshshiriin.
“Ya Allah,  berilah rahmat orang-orang yang mencukur rambutnya dan orang-orang yang memotong rambutnya.”

Atau :
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِينَ وَلِلْمُقَصِّرِينَ
Alloohummaghfir lil-muhalliqiina wal-muqoshshiriin.
“Ya Allah,  berilah ampunan kepada orang-orang yang mencukur rambutnya dan orang-orang yang memotong rambutnya.”


<<   1   2   3   4   >>

No comments:

Post a Comment